Jenazah Mantan Menteri Ditemukan di Sungai -
Berita kriminal di luar negeri kembali terjadi, tak tanggung tanggung hal ini terjadi pada mantan menteri. Mayat mantan Menteri Perminyakan Libya Shukri Ghanem, yang membelot
dari rezim Moammar Khadafy, ditemukan Minggu (29/2/2012) di Sungai
Danube. Demikian dikatakan polisi Austria dalam sebuah pernyataan.
"Tidak
ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya," kata juru bicara
kepolisian Roman Hahslinger, Minggu, seraya menambahkan, "mungkin ia
merasa tidak sehat sehingga tercebur ke dalam air."
Otopsi akan dilakukan untuk menetapkan penyebab kematian mantan menteri itu. Sebelumnya, kantor berita
APA melaporkan, Ghanem ditemukan tewas di apartemennya dan diduga menderita serangan jantung.
Kantor
berita itu merujuk pada informasi yang dikatakan ahli Islam Amer
al-Bayati yang memperoleh keterangan itu dari keluarga Ghanem. "Jenazah
Ghanem mungkin dimakamkan di Libya," kata
APA mengutip Bayati.
Ghanem
(69) menjadi menteri perminyakan pada periode 2006-2011. Dia kemudian
melarikan diri ke Wina setelah menyatakan membelot dari pemerintahan
Khadafy. Dewan Transisi Nasional (NTC) memelopori pemberontakan untuk
menggulingkan pemerintahan Khadafy tahun lalu. Selama konflik,
dewan itu mengatur permasalahan kawasan timur Libya yang dikuasai
pemberontak serta melobi keras untuk pengakuan diplomatik dan perolehan
dana untuk mempertahankan perjuangan berbulan-bulan dengan tujuan
mendongkel kekuasaan Khadafy.
Negara-negara besar yang
dipelopori
AS, Perancis, dan Inggris membantu mengucilkan Khadafy serta memutuskan
pendanaan dan pemasokan senjata bagi pemerintahnya sambil mendukung
dewan pemberontak dengan tawaran-tawaran bantuan. Libya era Khadafy
digempur pasukan internasional sesuai dengan mandat PBB yang disahkan
pada 17 Maret 2011.
Sebanyak
21 kapal NATO berpatroli aktif di Laut Tengah sebagai bagian dari
penegakan embargo senjata terhadap Libya pada saat itu. Aliansi 28
negara itu sejak 31 Maret 2011 juga memimpin serangan-serangan udara
terhadap pasukan darat rezim Khadafy. Resolusi 1973 Dewan Keamanan
PBB disahkan ketika kekerasan dikabarkan terus berlangsung di Libya
dengan laporan-laporan mengenai serangan udara oleh pasukan Khadafy,
yang membuat marah Barat.
Khadafy (68), pemimpin terlama di dunia
Arab yang telah berkuasa selama empat dasawarsa dan bersikeras akan
tetap berkuasa meski ditentang banyak pihak, diumumkan tewas oleh
kelompok pemberontak NTC pada Kamis (20/10/2011). Keresahan
internasional meningkat berkaitan dengan kondisi tidak jelas seputar
kematian Khadafy yang tampaknya dieksekusi setelah kota asalnya, Sirte,
dikuasai pasukan NTC pada 20 Oktober. Sejumlah pihak, termasuk
Ketua Komisi HAM PBB Navi Pillay, menyerukan penyelidikan untuk
mengetahui kebenaran seputar kematian orang kuat Libya itu.
Sumber: internasional.kompas.com